Halaman

Selasa, 10 November 2020

Paguyuban Jawa-Tanjabbar Antusias Sambut Cawagub Jambi Abdullah Sani


Serutv.com -- Selasa (10/11/2020), Ketua Umum Paguyuban Jawa-Jambi Wisnumurti kelahiran Kuala Tungkal 64 tahun silam, Abdullah Sani, yang juga Cawagub Jambi 2020, bersilaturahmi ke Desa Serdang jaya, Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar).

Di tempat ini, Abdullah sani menyampaikan visi misi pasangan nomor urut 3 Haris-Sani sambil berdiskusi bersama warga yang hadir.

Baca Juga : Usai Ziarah ke Pemakaman Raja Jambi, Al Haris : Pak Syarif Fasha Cinta Pejuang

“Dumisake itu demi pemerataan pembangunan. Bagaimana caranya agar setiap daerah bisa mendapat perhatian. Pembangunan yang akan dijalankan tidak hanya di beberapa daerah saja. Semua warga berhak menikmati pembangunan,” Kata putra daerah Tanjung Jabung Barat ini.

Ditambahkan alumni pascasarjana IAIN STS Jambi yang akrab disapa Pak Dul ini, penggunaan anggaran dalam program dumisake tidak ditentukan sepihak oleh pemerintah daerah.

“Penggunaanya untuk apa di satu daerah, bukan hanya gubernur yang menentukan, tapi sesuai kebutuhan masyarakat setempat sesuai pengajuan masyarakat,” kata Pak Dul.

Baca Juga : Jelang Pilgub Jambi, Kapolres Ajak Ngopi Wartawan se Merangin

Dalam kesempatan itu, Nursalim, tokoh masyarakat setempat mengajak warga Serdang Jaya untuk bersama memenangkan Abdullah Sani yang mendampingi Alharis di pilgub Jambi 9 Desember mendatang.

“Saya mengajak rekan-rekan sekalian, saudara-saudara saya, saya harap kita bisa mengukir sejarah, bagaimana agar putra Tanjung Jabung Barat ini bisa menjadi wakil gubernur,” kata Nursalim disambut tepuk tangan warga yang hadir. (*)

Sumber jambiseru.com Paguyuban Jawa-Tanjabbar Antusias Sambut Cawagub Jambi Abdullah Sani

Jelang Pilgub Jambi, Kapolres Ajak Ngopi Wartawan se Merangin

Serutv.com -- Jelang Pilgub (pemilihan gubernur) Jambi tepatnya pada 9 Desember 2020 mendatang, Kapolres Merangin AKBP Irwan Andy P, ajak Ngopi (ngobrol inspirasi) insan pers merangin diruang aula Mapolres Merangin. Selasa (10/11/2020).

Pada momen cofee morning itu, Kapolres Merangin Irwan Andy P menyampaikan pentingnya sinergitas antara rekan rekan media dengan polisi jelang pilgub.

Baca Juga : Paguyuban Jawa-Tanjabbar Antusias Sambut Cawagub Jambi Abdullah Sani

“iya, sebentar lagi kita akan dihadapkan pesta demokrasi yakni pemilihan gubernur Jambi, harapan saya semoga pilgub nanti berlangsung kondusif,” kata kapolres.

Selain itu, Kapolres juga menyebutkan, pentingnya dukungan dari rekan rekan media, khususnya di merangin, untuk selalu mendukung kegiatan dan hal hal yang positif.

“ketika saya di tugaskan di merangin, saya Ingin terlibat langsung dan berkontribusi untuk Merangin dalam kegiatan hal positif dan kemajuan perkembangan merangin kedepannya,” imbuh Kapolres.

Baca Juga : Al Haris Jadi Rebutan Pengunjung Pasar Atas Bungo untuk Diajak Berfoto

Dipenghujung acara, Kapolres Merangin AKBP Irwan Andy P. didampingi Kasat Intelkam Iptu Tarjono dan Kasubag Humas Iptu Edih, menyerahkan secara simbolis baju kaos yang berlogo dengan tulisan “media mitra polres merangin” dan himbauan ayo beMasker (pakai masker, red) dan makan siang bersama wartawan.(red)

Sumber jambiseru.com Jelang Pilgub Jambi, Kapolres Ajak Ngopi Wartawan se Merangin

Opini Musri Nauli : Perjalanan Betuah (15)

Serutv.com -- Setelah melihat batas Jambi – Sumbar yang dikenal sebagai “durian takuk Rajo. Tanjung Samalidu” yang dikenal sebagai “Ikrar Bukit Sitinjau Laut” atau “Deklarasi Bukit Sitinjau Lau”, maka Al Haris kemudian menyampiri basis di Kecamatan VII koto dan Kecamatan VII Koto Ilir.

Membicarakan Kecamatan VII Koto dan Kecamatan VII Koto Ilir tidak dapat dipisahkan dengan sejarah panjang Marga VII Koto. Marga yang termasuk kedalam wilayah adat kabupaten Tebo yang langsung berbatasan dengan Provinsi Sumbar.

Baca Juga : Opini Musri Nauli : Perjalanan Betuah (16) 

Dari beberapa tutur yang disampaikan di berbagai tempat, Marga VII Koto dikenal sebagai tempat berkumpulnya “Debalang Raja” untuk menentukan rapat. Pusat Marga di Sungai Abang.

Marga VII Koto juga dikenal sebagai “jalur” perjalanan Raja Tanah Pilih. Alur perjalanan ini setelah ditempuh dari Marga IX Koto di Teluk Kuali.

Sebagai Raja, untuk “mengunjungi” wilayahnya, maka Raja menggunakan “jung” menempuh jalur “Pemayung” di Marga Pemayung Ulu, kemudian ke Marga IX Koto dan terakhir ke Marga VII. Sehingga alur ini selain “merupakan” wilayah Kerajaan Tanah Pilih dan kemudian menjadi Kerajaan Jambi juga langsung berbatasan dengan Kerajaan Pagaruyung sebagaimana ikrar di Bukit Sitinjau Laut.

Kerajaan Tanah Pilih merupakan Kerajaan Jambi Tua atau Muara Jambi. Legenda Tanah Pilih merupakan perpindahan dari hulu Batanghari kemudian pindah ke Jambi. (Barbara Watson Andaya).

Marga VII Koto mempunyai hubungan dengan Marga IX Koto. Disebut “koto bersekutu”. Atau sering juga disebut “7 jantan dan 9 betino.  Hubungan ini masih berlaku baik didalam menyelesaikan persoalan adat maupun hubungan perkawinan.

Didalam tutur di tengah masyarakat, “beinduk ke Marga VII Koto. Bebapak kepada Marga IX Koto”. Dengan tuturan ini maka setiap proses adat dapat dilihat dari tutur dan pendekatan kekeluargaan. Hubungan ini kemudian dilanjutkan dengan Marga Sumay sebagai anak dari kedua Marga. Sehingga Marga VII kemudian disebut “Berbenteng dado. Berkutu berpagar di batu”.

Selain Marga Sumay, dikenal juga tiga dusun. Dusun Tuo, Dusun Sukarame dan Dusun Sogo. Ketiga dusun termasuk kedalam Dusun Bale Rajo.

Dalam Tambo Minangkabau, Nan salilik Gunuang MarapiSaedaran Gunuang Pasaman, Sajajran Sago jo Singgalang, Saputaran Talang jo Kurinci, Dari sirangkak nan badangkang, Hinggo buayo putiah daguak, Sampai ka pinto rajo hilie, Hinggo durian ditakuak rajo, Sapisai-pisau hanyuik, Sialang balantak basi, Hinggo aia babaliak mudiak, Sampai ka ombak nan badabua, Sailiran batang sikilang, Hinggo lawuik nan sadidieh, Ka timua ranah Aia Bangih, Rao jo Mapat Tunggua, Gunuang Mahalintang, Pasisie Rantau Sapuluah, Hinggo Taratak Aia ItamSampai ka Tanjuang Simalidu, Pucuak Jambi Sambilan Lurah

“Sialang Belantak besi, Tanjung Simalidu” merupakan nama tempat di Marga VII Koto.

Marga VII Koto disebutkan sebagai wilayah Kerajaan Pagaruyung. Marga VII Koto yang mengilir Sungai Batanghari sebagai “ikua Rantau”. Cerita “Datuk Perpatih nan sebatang dan Datuk Ketemenggunggan” begitu kuat.

Bahkan Elsbeth Scholten-Locker “menyebutkan” Marga VII Koto dan Marga IX alur jalur Pagaruyung”. Sehingga tidak salah kemudian Marga VII Koto dan Marga ICX Koto dikategorikan sebagai merupakan “ikua rantau”

“Puyang” Marga VII Koto “Rajo Hitam”. Ada juga menyebutkannya Raja Gagak. Mengilir dari Ulu Sungai Batanghari kemudian “bermukim” di dekat Tambun.

Namun ada juga versi yang menyebutkan “puyang” bernama “Sutan Suto Menggalo. Bermukim di Dusun Tuo Sebelah Kotojayo. Menurut tutur di Marga VII Koto, “Datuk Perpatih nan sebatang” kemudian mengilir ke Sungai Batanghari. Sedangkan Datuk Ketemenunggungan kemudian menuju ke Bangko dan Titian Dalam. “Titian Dalam” kemudian dikenal sebagai nama  Sarolangun.

Suta Suto Menggalo kemudian membawahi Kedemangan Niti Menggalo. Kedemangan Suto Yudho, Ngebi Kardelo dan Ngebi Tano Karti di Teluk Kembang, Jambu.

“Puyang” Marga VII Koto bernama “Sutan Suto Menggalo. Bermukim di Dusun Tuo Sebelah Kotojayo. Menurut tutur di Marga VII Koto, “Datuk Perpatih nan sebatang” kemudian mengilir ke Sungai Batanghari. Sedangkan Datuk Ketemenunggungan kemudian menuju ke Bangko dan Titian Dalam. “Titian Dalam” kemudian dikenal sebagai daerah Sarolangun.

Didalam struktur masyarakat dikenal “Depati” Diatas Depati disebut Temenggung. Sedangkan Temenggung dibantu Penghulu Mudo.

Sedangkan tiga Dusun (Dusun Tuo, Dusun Sukarame dan Dusun Sogo) dibawah oleh Datuk Temenggung Suto Yudho.

Marga VII Koto, Marga IX Koto, Marga Tabir Ilir, Marga Sumay dan Marga Jujuhan  tahun 1934 menjadi “onderafdeeling” Muara Bungo.

“Onderafdeeling” dikepalai oleh seorang “Controleur (Kontrolur). Onderafdeeling terdiri dari district yang dikepalai oleh Demang. Distrik terdiri atas onderdistrik yang dikepalai asisten Demang. Onderdistrik terdiri dari Marga yang dikepalai oleh Pesirah atau Depati.

Marg VII Koto kemudian menjadi Kecamatan VII Koto dan kemudian dimekarkan menjadi Kecamatan VII Koto dan Kecamatan VII Koto Ilir, Kabupaten Tebo.

Desa-desa didalam Kecamatan VII Koto adalah Desa Dusun Baru, Desa Kuamang, Desa Muara Niro, Desa Muara Tabun, Desa Pucuk Jambi, Desa Sungai Abang, Desa Tabun, Desa Teluk Lancang dan Desa Teluk Kayu Putih.

Sedangkan Desa didalam Kecamatan VII Koto Ilir adalah Desa Balai Rajo, Desa Cermin Alam, Desa Paseban, Desa Karang, Desa Teluk Kepayang Pulau Indah dan Desa Pasir Mayang. (*)

*) Direktur Media Publikasi dan Opini Tim Pemenangan Al Haris-Sani.

Sumber jambiseru.com Opini Musri Nauli : Perjalanan Betuah (15)

Nonton Film Drishyam, Ketika Keluarga Adalah Segalanya

Serutv.com -- Serunya nonton Film Drishyam. Ini merupakan film asal India yang dibintangi aktor Ajay Devgan, Ishita Dutta, dan pemain lainnya.

Di sebuah kota kecil yang berada di kota Goa, terdapat pria sederhana bernama Vijay Salgaonkar. Bersama istrinya Nandini dan dua anak perempuannya Anju dan Anu keempatnya hidup sangat bahagia, walaupun sederhana. 

Baca Juga : Sinopsis Film Jodha Akbar, Kisah Cinta Yang Panjang

Vijay sendiri memang bukan suami yang romantis, namun Vijay memiliki tanggung jawab terhadap keluarganya meskipun ia sangat tergila-gila pada film, hobi yang digemari Vijay.

Hal ini sejalan dengan profesinya dimana ia merupakan penyedia layanan TV kabel di kotanya. Vijay dikenal sebagai sosok yang baik dan suka menolong. Tak jarang Vijay harus berurusan dengan Gaitonde, sorang polisi korup.

Kebahagiaan keluarga Vijay harus duji saat Sameer Desmukh atau yang akrab dipanggil Sam datang. Sam sendiri adalah anak orang kaya yang berkuasa di kota itu dan bersifat jahat. Ia hendak mengganggu ketentraman keluarga Vijay.

Suatu malam Sameer kedapatan merekam Anju yang sedang berganti baju. Sameer pun bahkan mengancam akan menyebarkan video tak senonoh itu dan meinta Anju untuk menemuinya di belakang rumah.


Saat ditemui Anju bersama ibunya, bukannya mau menghapus videonya, namun Sameer malah meminta sesuatu yang tak pantas dari Anju hingga terjadi insiden dimana Anju memukuli Sameer hingga mati.

Anju dan ibunya pun panik, terlebih Anju memberitahu ibunya bahwa Sam merupakan anak Inspektur General (kalau disini setingkat Kapolres) Goa. Di sinilah Sam ingin melindungi keluarganya. Ia berkata, “Tidak ada seorangpun dari kita yang akan masuk penjara”.

Polisi yang menyelidiki kasus Sam mencurigai Vijay dan keluarganya yang diduga berhubungan dengan hilangnya Sam, karena lokasi terakhir Sam berada adalah di sekitar rumah Vijay walaupun mobilnya baru ditemukan puluhan kilometer dari rumah Vijay.

Vijay bersikukuh ia tak ada sangkut pautnya dengan kasus hilangnya Sam dan bahkan Vijay memiliki bukti yang valid bahwa di saat terakhirnya Sam justru terlihat di lokasi lain dan bukan di rumahnya. Bagaimanapun polisi menginterogasinya ia tetap kukuh pada pendirian.

Sumber jambiseru.com Nonton Film Drishyam, Ketika Keluarga Adalah Segalanya

Jumat, 28 Agustus 2020

Dilindas Truk Volvo, Dua Pelajar Tewas di Tambang Batu Bara

Kedua korban masih tergeletak di TKP. Foto: Rizki/Jambiseru.com

Dua pelajar SMK di wilayah Kecamatan Batin XXIV kabupaten Batanghari meninggal dunia usai dilindas truk tambang Batubara di lokasi PT. Nan Riang desa Jebak sekira pukul 13.30 wib.

Menurut warga desa Setempat Muhammad Nuh, kedua pelajar tersebut berinisial SM dan SH yang merupakan warga desa Koto Boyo.

“Iyo, korbannya anak sekolah dan kejadian tersebut di lokasi PT. Nan Riang,” kata warga setempat M. Nuh, Jum’at (28/8/2020).

Baca Juga : Bocah Tuna Netra Dicabuli Pria Paruh Baya

Dijelaskan Nuh, kejadian bermula saat kedua pelajar yang mengemudi sepeda motor jenis matic. Kedua pelajar tersebut mau mendahului truk tambang, akan tetapi ban motor terpeleset langsung jatuh dan terlindas truk berjenis Volvo yang sedang melaju.

“Dia mau mendahului mobil itu, jatuh dan langsung terlindas. Keduanya meninggal ditempat,” terangnya.

Sementara itu, Kapolsek Muara Tembesi AKP Suwondo saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.

“Iya benar, saya sedang menuju lokasi kejadian,” ungkap Kapolsek Muara Tembesi AKP Suwondo saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp, Jum’at (28/8/2018).

Baca Juga : Viral! Camat Alam Barajo Labrak Warga, Gara-gara Tanyakan Air PDAM Padam

Dijelaskankan Suwondo, lokasi kejadian berada di desa Jebak, Kecamatan Muara Tembesi, Kabupaten Batanghari Jambi.

“Di PT batu bara Nanriang bang, kalau kronologis lengkap belum kita ketahui bang,” pungkasnya.

Sumber : jambiseru.com

Senin, 24 Agustus 2020

Bocah Tuna Netra Dicabuli Pria Paruh Baya

Pelaku saat dimintai keterangan di polres tebo. Foto: Rian/Jambiseru.com

Sungguh bejat perbuatan As (43), seorang pria paruh baya di Dusun Teluk Betung Desa Pasir Mayang Kec. VII koto Ilir kab. Tebo. Dirinya sekarang terpaksa menginap di hotel prodeo Polres Tebo karena diduga telah melakukan pencabulan terhadap anak dibawah umur yang tak lain adalah putri temannya.

Informasi yang berhasil dirangkum dilapangan menyebutkan bawha Korban sebut saja Bunga (13) warga RT. 15 KM.27 Dusun Sentano Jaya Desa Balai Rajo Kec. VII Koto Ilir ini terpaksa harus kehilangan kegadisannya akibat perbuatan bejat As yang tak lain adalah teman ayahnya.

Peristiwa naas tersebut terjadi pada hari Jum’at(21/08) sekitar pukul 16.00 WIB. Pelaku datang kerumah korban, dengan modus meminta makan dirumah korban kemudian pelaku memegang korban dan melakukan perbuatan tersebut.

Baca Juga : Bikin Goyang, DJ Tik Tok 2020 Terseru dan Terasik

Usai melakukan perbuatannya, pelaku malah sempat mengobrol dengan ayah korban yang pulang kerja dari kebun dan kemudian pamit pulang ketempat kerjanya di camp operator alat berat desa Balai Rajo.

Sepulangnya pelaku, ayah korbanpun mencari anaknya yang berada dirumah tetangga. Setelah berjumpa dengan ayahnya, korban langsung menceritakan peristiwa naas yang dialaminya kepada sang ayah.

Setelah mendengar cerita sang anak, sang ayah pun berusaha mengejar pelaku, namun usahanya sia-sia karena pelaku sudah pergi jauh. Tidak terima perbuatan pelaku terhadap anaknya, ayah korbanpun melaporkan kejadian tersebut ke Polres Tebo guna pengusutan lebih lanjut.

Baca Juga : Viral! Camat Alam Barajo Labrak Warga, Gara-gara Tanyakan Air PDAM Padam

Plt. Kapolres Tebo AKBP Trisaksono Puspo Aji, S.I.K melalui Kasat Reskrim Polres Tebo AKP M. Reidho Syawaluddin Taufan, S.I.K saat dikonfirmasi membenarkan adanya informasi penangkapan pelaku pemerkosaan.

“Pelaku sudah berhasil kita tangkap dipondok temannya di desa pasir Mayang, dan sekarang sudah ditahan di Mapolres Tebo untuk penyelidikan lebih lanjut,”terang Kasat kepada awak media.

Baca selengkapnya : jambiseru.com

Viral, Film Pendek Seru "TILIK"


Film pendek yang berjudul Tilik (Menjenguk) ini berdurasi 32 Menit 34 detik, dan disutradarai oleh Wahyu Agung Prasetyo. Film ini menceritakan sekelompok ibu-ibu yang tinggal di sebuah desa di Daerah Jawa hendak menjenguk ibu lurahnya yang sedang sakit, dengan mengendarai mobil Truk

Selama dalam perjalanan sebelum memasuki kota Bantul, sosok yang memerankan Bu Tejo 
(Siti Fauziah) merupakan toko sentral dalam film tersebut. Dikarenakan Bu Tejo yang mengajak ibu-ibu untuk merumpi sepanjang perjalanan.

Dengan bermodalkan Handphone, Bu Tejo menggali informasi melalui media sosial dan mulai mengosipkan sesosok kembang Desa  di kampungnya.

Secara garis besar, dalam youtube, Wahyu Agung Prasetyo, mengatakan, Film ini benag merahnya membahas sebuah informasi yang di mana sekarang itu banyak banget isu hoax di mana-mana. ini tu sekarang eranya, era digital, di mana era moderen digital ini sudah mulai masuk ke masyarakat-masyarakat Des, ha ini yang menjadi rentan dan menjadi penting film ini untuk do produksi sekrang" katanya di dalam sebuah video youtube di chanel Ravacana Films

Film Tilimyang sudah tayang di youtube sejak 17 Agustus 2020 ini, sudah di tonton sebanyak 10 juta viewers.

Berikut ini Media Siber Online di Provinsi Jambi Indonesia

Berikut ini Media Siber Online di Provinsi Jambi Indonesia JAMBI  - Saat ini ada banyak media siber atau media online yang 'mengudara...